SUNGAIPENUH - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan regulasi usia maksimal Calon Jamah Haji (CJH) yang bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini adalah 65 tahun.

Adanya pembatasan usia dari pemerintah Arab Saudi ini menyebabkan 75 CJH asal Kota Sungaipenuh batal berangkat haji.

CJH yang batal berangkat pada tahun ini, terpaksa harus bersabar kembali, mengingat mereka merupakan CJH yang ditunda keberangkatannya akibat pandemi dan berharap regulasi batasan usia segera dicabut.

"Kuota haji Kota Sungaipenuh tahun 2020 berjumlah 122 orang, karena ada pembatasan usia, maka CJH asal Sungaipenuh pada tahun 2022 berjumlah 47 orang," ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Sungaipenuh Zainuddin, Rabu (8/6).

Dikatakan Zainuddin, batas usia CJH yang berangkat maksimal lahir pertanggal 30 Juni 1957. "Kalau lewat dari 30 Juni 1957, tidak bisa diberangkatkan," jelasnya.

Pihak Kemenag Kota Sungaipenuh menyampaikan, persiapan jelang keberangkatan haji pada 23 Juni mendatang sudah mencapai 95 persen. Saat ini CJH tinggal mengikuti tes PCR dan pencetakan visa oleh instansi terkait.

"CJH Kota Sungaipenuh masuk kloter 10, yang bergabung dengan Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, Tanjab Barat, Tanjab Timur dengan jumlah keseluruhan 448 orang, melalui embarkasi antara Jambi," katanya.

Diungkapkan Zainuddin, untuk CJH asal Kota Sungaipenuh yang batal berangkat ke tanah suci pada tahun ini, tidak ada yang menarik dana setoran awal maupun dana pelunasan.

Sebab, para CJH sudah mengetahui bahwa pembatasan usia keberangkatan ini memang murni permintaan dari kerajaan Arab Saudi serta sudah mendapatkan penjelasan dari Kantor Kementerian Agama Kota Sungaipenuh.

"Mereka yang tertunda berangkat ini sudah menunggu cukup lama, rata-rata mereka sudah mendaftar sejak 10 hingga 11 tahun lalu," tutupnya.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments