KUALATUNGKAL - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) kesulitan mengusut kasus pencabulan ayah terhadap anak kandung yang masih berusia enam tahun.

"Keterangan korban berubah-ubah dalam menceritakan alur kejadiannya. Korban juga sudah didampingi oleh psikolog," kata Kapolres Tanjabbar AKBP Muharman Arta, Kamis (9/6).

Kapolres menyebutkan jika kasus ini bukan pemerkosaan melainkan pencabulan. Dikatakannya, antara pemerkosaan dan pencabulan merupakan dua hal yang berbeda. "Ini saya mau klarifikasi, bukan pemerkosaan tapi pencabulan," ujarnya.

Baca juga : Warga Tanjabbar Dilaporkan Cabuli Anak Kandung

Terkait dengan pelaku yang informasinya saat ini kabur, Kapolres mengatakan nantinya setelah penyidik yakin atas kasus itu dan menetapkan tersangka maka pihaknya akan melakukan pengejaran dan penangkapan.

"Nanti kan ada penetapan tersangka, kalau penyidik sudah yakin. Itu sudah jadi tugas kita untuk melakukan penangkapan," katanya.

Kapolres menjelaskan persoalan yang sangat sulit di kasus ini yakni keterangan korban yang terus berubah ubah. Kemudian, saksi dalam kejadian ini juga tidak selain korban. "Kejadian ini hanya berdua, antara korban dan pelaku," sebutnya.

Terkait dengan alat bukti visum dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku yang ditemukan bercak darah ditempat tidurnya. Kapolres menegaskan hal itu nanti akan menjadi pertimbangan penyidik lebih lanjut.

"Kalau alat bukti itu kan tidak bisa memberikan keterangan. Alat bukti butuh ada yang menjelaskan yakni keterangan saksi. Walau dalam kasus seperti ini satu saksi bisa tapi ini saksi (red, korban) yang berubah-ubah keterangannya," ucapnya.

Menurut psikolog korban tersebut juga memiliki permasalahan pada pertumbuhannya. Sebab, seusia 6 tahun seperti usia 3 tahun. "Korban juga ada masalah, ini juga yang menyulitkan," tandasnya.

Kasus ini terjadi sekitar akhir bulan Mei 2022 lalu. Saat itu, korban dibawa ke rumah ayahnya yang sudah berpisah dengan ibunya. Saat itu, ayahnya mengambil anaknya itu di tempat sang ibu pada sore hari.

Malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, korban diantar oleh ayahnya ke rumah ibunya. Sesampainya di rumah ibunya korban meminta ke toilet namun korban saat itu kesakitan dan mengeluarkan darah. Atas hal itu, ibu korban melaporkan kejadian itu ke kepolisian.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments