JAMBI - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di daerah itu.

“Saat ini Provinsi Jambi dalam proses pengumpulan dan pembuatan data untuk persiapan vaksinasi PMK pada hewan ternak, di antaranya persiapan data logistik dan SDM,” kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) dan Kelembagaan Sumber Daya Kesehatan Hewan (KSKH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Dokter Hewan Dewi Melani Susanti di Jambi, Kamis.

Dewi menjelaskan vaksinasi tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya PMK pada hewan ternak, serta memberi kekebalan bagi hewan ternak yang belum tertular PMK, mengingat PMK tersebut sangat mudah menular pada hewan ternak lainnya, meskipun tingkat kesembuhan PMK tersebut cukup tinggi.

Vaksinasi PMK tersebut diperkirakan dilaksanakan pada pertengahan Juni 2022 ini. Meskipun PMK tersebut tidak bersifat zoonosis atau menular kepada manusia, namun penyakit tersebut perlu segera diatasi karena sangat berpengaruh terhadap hewan ternak dan bisa menyebabkan kematian pada hewan ternak.

“Masyarakat jangan khawatir mengkonsumsi daging, karena PMK tidak menular ke manusia, silahkan konsumsi daging dengan aturan yang sudah ditetapkan,” kata Dewi.

Sementara itu dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, kasus PMK pada hewan ternak terkonfirmasi di tujuh kabupaten dan kota,  di antaranya Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Di tujuh kabupaten dan kota tersebut terdapat 146 hewan ternak yang sakit dan dari 146 hewan ternak tersebut terdapat 28 hewan ternak yang terkonfirmasi PMK oleh Balai Veteriner Bukit Tinggi.

“Harapan kita wabah PMK ini segera berakhir sehingga tidak menyebabkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” kata Dewi.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments