JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris menargetkan jalur alternatif angkutan batu bara yang dibangun dari Kecamatan Batin XXIV hingga Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, selesai pada Desember 2022. "Targetnya di bulan Desember jalan alternatif ini sudah selesai, sehingga dapat mengurai kemacetan di jalan nasional tepatnya di Kecamatan Muara Tembesi dan Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari," katanya, Jumat (17/6). Al Haris menjelaskan, saat ini jalan nasional yang dilalui angkutan batu bara sudah tidak mampu menahan beban maupun kuantitas angkutan batubara di daerah itu. Selain angkutan barang dan masyarakat umum, terdapat ribuan angkutan batubara yang melintas di jalan nasional tersebut dalam setiap harinya. Sehingga, setiap hari terjadi kemacetan di jalur nasional tersebut. Jika terdapat angkutan batubara yang mogok atau mengalami pecah ban, bisa menyebabkan macet total di jalan tersebut. "Jalan nasional dari Kabupaten Sarolangun hingga Kota Jambi tidak layak lagi untuk angkutan batubara karena lebar jalan yang sempit dan tingginya mobilitas kendaraan," kata Al Haris. Jalan alternatif angkutan baru yang baru dibangun tersebut memiliki panjang sekitar 35 kilometer yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Batangari melalui program karya bakti TNI. Selanjutnya, setelah jalan tersebut dibuka akan dilakukan peningkatan kapasitas jalan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dengan kualitas jalan B. Selain jalur alternatif tersebut, saat ini juga tengah dibangun pelabuhan batubara di Desa Tenam Kabupaten Batanghari. Jalur alternatif tersebut dapat dimanfaatkan angkutan batu bara dari Kabupaten Tebo maupun dari Kabupaten Sarolangun. Dari Desa Koto Boyo juga tengah dibangun jalur alternatif menuju pelabuhan di Desa Tenam, sehingga angkutan batubara tidak lagi melintasi jalan nasional di daerah itu. "Jalan alternatif dari Koto Boyo ke Pelabuhan Tenam baru dibuka sekitar tujuh kilometer," kata Al Haris. Saat ini pembangunan pelabuhan batubara di Desa Tenam tersebut sudah mencapai 90 persen. Pihak swasta yang membangun pelabuhan tersebut tengah menunggu izin pengerukan di beberapa titik di Sungai Batanghari yang mengalami pendangkalan. Sebab, minimal kedalaman sungai agar kapal tongkang batu bara dapat melintas minimal tujuh sampai sepuluh meter.

Penulis: AntaraEditor: Ikbal Ferdiyal
comments