JAMBI - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi melakukan pengecekan untuk memastikan penutupan sementara lokasi tambang batubara yang berlokasi di Desa Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari sesuai dengan keputusan dari surat Dirjen Minerba Kementerian ESDM. Peninjauan dilakukan langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory, Kamis (16/6). Kedatangan Direktur Reskrimsus Polda Jambi beserta tim ke lokasi untuk memastikan aktivitas pertambangan disana ditutup selama 60 hari ke depan karena tidak mematuhi Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 4E/MB.05/DJB.B/2022 tertanggal 9 April 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor dan surat edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 6.E/MB.05/DJB.B/2022 tanggal 30 April 2022 tentang Penataan dan Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Batubara. "Saat kami masih berada di lokasi ditemukan kendaraan angkutan batubara yang mengantre untuk mengangkut batubara," kata Tory. Disana tim juga menghentikan aktivitas dengan memberi pemahaman kepada para sopir bahwa selama operasional tambang ini dihentikan, tidak boleh ada kegiatan pertambangan, kemudian kita langsung menyuruh seluruh mobil angkutan batubara yang antre untuk meninggalkan lokasi tambang. "Saya minta para pengusaha tambang agar patuhi Surat Edaran Dirjen Minerba Nomor 4 dan Nomor 6 tahun 2022 terkait masalah penggunaan waktu jam operasional," kata Tory. Dirinya juga menegaskan angkutan batubara wajib memiliki badan hukum dan melakukan kontrak serta memiliki IUP dan tidak boleh lagi sistem Delivery Order (DO) harus ada kontrak resmi dan yang paling terpenting adalah angkutan batubara tidak dibolehkan menggunakan BBM subsidi. Kombes Pol Christian Tory juga menegaskan apabila masih melanggar dan tidak patuh pada Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, kami dari kepolisian dan tim akan melakukan penindakan serta akan dilaporkan ke Kementerian ESDM untuk diberikan sanksi tegas lagi yang tidak mematuhi Surat Edaran Dirjen Minerba. "Kita akan terus mengecek tambang yang sudah dihentikan sementara aktifitasnya oleh Dirjen Minerba, jika masih kita temukan ada aktivitas akan kita bubarkan," tegas Tory.

Penulis: Ant/IkbalEditor: Ikbal Ferdiyal
comments