JAMBI - Tengku Ardiansyah, mantan pengacara Ketua KPU Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) Nurkholis, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjabtim dengan pidana penjara selama 5 tahun. Tuntutan ini dibacakan jaksa M. Ali Nurhidayatullah dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (20/6). Dalam tuntutannya jaksa menyatakan bahwa terdakwa Tengku Ardiansyah telah terbukti bersalah. Menurut jaksa, terdakwa dengan sengaja mengarah saksi Mardiana dan Sumardi untuk tidak menghadiri undangan penyidik sebanyak lima kali. Mereka juga tidak mau diperiksa dengan alasan tidak tau diperiksa untuk siapa. Terdakwa juga disebut mengumpulkan dan mengarahkan saksi-saksi serta melaporkan ke Ombudsman serta Jaksa Pengawas Kejaksaan Agung dan Komnas HAM, sehingga menghambat penyidikan terhadap ketua KPU Tanjabtim saat itu. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa tersebut telah memenuhi unsur Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Menyatakan dengan sengaja mencegah baik secara langsung atau tidak langsung kepada saksi. Menuntut terdakwa dengan pidana selama 5 tahun dikurangi masa tahanan yang telah dijalani," kata jaksa saat membacakan amar tuntutan. Selain itu, jaksa juga menuntut terdakwa tetap ditajan, serta membayar denda Rp 300 juta, subsidair 4 bulan kurungan. Terhadap tuntutan ini, penasehat hukum Tengku Ardiansyah, Azwardi diberikan kesempatan menyampaikan pembelaan.

Penulis: SahrialEditor: Ikbal Ferdiyal

TAGS:

comments