JAMBI - “Orang Rimba lah tokang (Orang Rimba Sudah Bisa),” seru Orang Rimba sambil mengangkat hasil kerajinan rotan beraneka ragam. Rotan merupakan hasil hutan yang akrab dengan Orang Rimba.

Biasanya rotan dianyam menjadi ambung, alat pengangkut barang, untuk penggunaan sendiri. Belum ada produk olahan rotan yang dikomersilkan.

Padahal rotan sejatinya bisa diolah dengan berbagai kerajinan, bernilai ekonomi. Namun belum dilakukan Orang Rimba.

Di sisi lain, sumber penghidupan Orang Rimba semakin menipis, akibat terus berkurangnya tutupan hutan. Hutan merupakan rumah Orang rimba yang menyediakan kebutuhan Orang Rimba.

Dengan kondisi ini, penting bagi Orang Rimba untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kecakapan hidup.

Menjawab tantangan itu, Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi berkolaborasi dengan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan pelatihan kecakapan hidup untuk Orang Rimba di Kabupaten Sarolangun.

Pelatihan ini diikuti oleh Orang Rimba yang dilangsungkan di Pusat Pendidikan Belajar Mengajar (PKBM) Bunga Kembang selama 3 hari. Selama pelatihan Orang Rimba belajar cara membuat kerajinan aneka produk dari bahan rotan.

“Tugas pemerintah pada dasarnya adalah memfasilitasi aspirasi dan harapan masyarakat. Untuk masyarakat adat, mari kita belajar bersama dan ikuti perkembangan zaman, namun tidak lupa akar budaya dan adat istiadat kita. Menjaga kebudayaan kita dapat lestari, terlindungi, termanfaatkan, dan dapat dikembangkan dengan baik,” ujar Kapokja Masyarakat Adat Julianus Limbeng pada Selasa (19/7).

Selama ini Orang Rimba telah memanfaatkan rotan. Hanya saja hasil hutan bukan kayu ini dijual dalam bentuk batangan, tanpa ada pengolahan. Penjualan rotan juga dilakukan hanya ketika ada permintaan dari pengumpul. Harga jualpun masih tergolong rendah.

“Mata pencaharian Orang Rimba bertumpu pada hasil hutan bukan kayu, termasuk rotan. Kini kita berupaya untuk meningkatkan nilai jual dengan mengolah rotan menjadi berbagai produk bernilai ekonomis. Harapannya dapat menjadi sumber ekonomi baru, dan meningkatkan penghasilan Orang Rimba,” kata Koordinator Unit Orang Rimba Taman Nasional Bukit Dua Belas KKI Warsi Anggun Nova Sastika.

Dalam pelatihan yang dipandu oleh Pengrajin dan pemilih usaha kerajinan rotan Fajar Adenin ini, Orang Rimba dilatih untuk membuat berbagai produk kerajinan, seperti piring, keranjang, dan vas bunga.

Fajar menjelaskan dari sebatang rotan semua komponennya bisa dimanfaatkan untuk kerajinan.

“Jika menjual satu batang rotan, Orang Rimba hanya bisa mendapat uang tidak sampai lima ribu rupiah. Dengan menganyam 1 batang rotan tersebut, bisa mendapatkan uang 10 kali lipat,” kata Fajar.

Beraden, salah seorang peserta pelatihan mengatakan ia baru mendapatkan pelatihan serupa ini. Ia berharap ke depan terus diadakan pelatihan serupa hingga bimbingan untuk pemasaran.

 “Semoga ada dukungan pemerintah untuk pengadaan alat-alat untuk menganyam,” harap Beraden, Orang Rimba dari Kelompok Tumenggung Ngrip.

Penulis: *Editor: Ikbal Ferdiyal
comments