JAMBI - Polda Jambi menurunkan anjing pelacak ke lokasi penemuan mayat bocah empat tahun, Keyla Septi Putri Ayu. Kekey, yang ditemukan tewas di dalam septic tank pada Senin (25/7) diduga menjadi korban pembunuhan dan pencabulan. Informasi yang dihimpun Metro Jambi, anjing pelacak yang dikenal dengan nama K-9 itu diturunkan ke sekitar lokasi di RT 28 Rawasari, Alambarajo, Kota Jambi, pada Senin (1/8). Anjing tersebut didatangkan bersama pawang. “(Anjing pelacak diturunkan) untuk membantu mencari titik terang kasus ini,” ujar Kanit Satwa Ditsamapta Polda Jambi AKP Eon Anthony Lingga kepada wartawan, Senin (1/8). Katanya, anjing pelacak itu menelusuri lokasi-lokasi terakhir dikunjung Kekey sebelum ditemukan tewas. Hasil pelacakan tersebut, tambah Eon, akan dianalisa oleh tim penyidik. Sampai kini, kasus kematian Kekey masih menjadi misteri. “Belum terungkap siapa yang berperan di balik tewasnya Kekey,” ujar Effendi, kakek Kekey, yang dihubungi Metro Jambi, Minggu (31/7). Diakuinya, sejumlah anggota keluarga dan warga sekitar telah diperiksa polisi. “Tapi, ya, itu tadi, belum terungkap siapa pelakunya,” terangnya. Namun, Effendy tetap berterima kasih kepada polisi yang terus mengusut kasus ini. Katanya, polisi sudah beberapa kali mengolah tempat kejadian perkara, namun hasilnya masih nihil. Kematian Kekey di dalam septic tank memancing kecurigaan karena tutupnya sangat berat dan tidak mungkin bisa dibuka oleh seorang anak perempuan usia empat tahun. Sampris, salah satu kerabat orang tua Kekey, mengatakan bahwa tutup septic tank program instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal itu dibuat dari cor beton yang berat. “Kita saja orang dewasa mengangkat sendiri tidak kuat,” ujarnya.  Sebelum ditemukan tewas, Kekey sempat dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/7). Penemuan Kekey menghebohkan warga RT 28 Rawasari yang tak jauh dari pekuburan Cina itu.  Jenazah Kekey dievakuasi oleh petugas Polsek Kotabaru. Kapolsek Kotabaru Kompol Dhadhag Anindito saat itu mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.  Pihak keluarga sendiri sempat melakukan autopsi terhadap jenazah Kekey dan mendapati informasi adanya kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Tak hanya itu, saat Kekey masih dinyatakan hilang, kakeknya menerima ancaman dari seseorang. Melalui pesan, seseorang meminta Effendi, kakek Kekey, mencabut laporan hilangnya Kekey di kepolisian. Orang tersebut juga mencoba meminta tebusan sebanyak Rp 25 juta.   Effendi sendiri menduga dalam kematian cucunya ada unsur penculikan. Bahkan, dia menduga ada keterlibatan orang dekat. “Saya pribadi menduga seperti itu,” katanya.

Penulis: Ichsan/Joni RizalEditor: Joni Rizal

TAGS:

comments