JAMBI - Berbagai cara dilakukan untuk membuka tabir kematian Kekey, bocah perempuan yang ditemukan tewas di dalam septic tank pada Senin, 25 Juli 2022 lalu. Terakhir, keluarga bocah berusia empat tahun itu menyerahkan bukti baru. Adanya bukti baru itu diungkap oleh Ferdi, kuasa hukum keluarga Keyla Septi Puti Ayu –nama lengkap Kekey, Rabu (10/8). Dengan bukti baru itu, keluarga berharap kasus kematian anak mereka segera terungkap. “Bukti tambahan itu berupa (rekaman) CCTV. Selain itu, ada empat saksi yang kita sampaikan ke penyidik. Saya rasa ini gerbang untuk mengungkap perkara ini,” kata Ferdi. Kekey ditemukan tewas setelah dinyatakan hilang selama dua hari. Dia ditemukan tak bernyawa di dalam septic tank komunal di RT 28 Rawasari, Alambarajo, Jambi, tak jauh dari rumah orang tuanya. Dari lokasi penemuan saja sudah memunculkan kecurigaan. Sebab, tutup septic tank yang terbuat dari cor beton sangat berat yang tidak mungkin dibuka oleh anak kecil. Kuat dugaan Kekey dicemplungkan ke dalamnya, bukan terjatuh. Dari autopsi yang dilakukan dokter atas permintaan keluarga, ditemukan banyak hal-hal mencurigakan yang menguatkan dugaan Kekey dibunuh dan mengalami kekerasan seksual. Namun, sudah dua minggu kasus ini masih gelap. Menurut Ferdi, atas bukti baru yang disampaikan ke polisi, penyidik Polresta Jambi langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan pemeriksaan dan identifikasi ulang. Rekaman CCTV tersebut, tambah dia, memang belum ada pada polisi sebelumnya. Rekaman itu pun sudah ditunjukkan ke ibunda Kekey yang sangat terpukul dengan kematian anaknya. Menurut ibunda Kekey, pada waktu ia mencari anaknya ternyata di dalam video anaknya tampak masih hidup. “Saat itu anaknya sudah dua jam hilang. Di video (CCTV, Red) itu dia nampak bersama seseorang. Rekaman CCTV itu sekitar pukul 11.30 WIB,” tandasnya. Waktu itu Sabtu, 23 Juli 2022. Soal saksi-saksi terbaru yang disampaikan kepad penyidik, Ferdi menyebutkan bahwa mereka adalah satu orang anak-anak dan tiga orang dewasa. “Empat orang saksi tambahan itu kita duga adalah orang terdekat. Informasi yang saya terima, empat orang saksi ini sudah dibawa ke Polresta Jambi untuk diminta keterangan,” bebernya. Dia berharap empat orang saksi ini akan membuka terang kasus ini dan mengarah kepada penetapan tersangka. “Nanti kita lihat perkembangan dan siapa pun tersangkanya,” ujarnya. Katanya, saksi-saksi tambahan ini memang belum diambil dan belum dimintai keterangannya saat mereka menyampaikan. Dia belum mengetahui hasil pemeriksaan atas saksi-saksi ini. Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa sebanyak 13 saksi. Ferdi, yang menyatakan baru memegang kasus Kekey, juga belum mengetahui hasil pemeriksaan para saksi tersebut.  “Saya datang ke penyidik, mereka mengapresiasi dan berterima kasih telah membantunya. Ya, itu memang tugas kita untuk membantu mengungkap kasus ini,” ujarnya. Lebih lanjut Ferdi menduga kematian Kekey adalah karena pembunuhan, bukan penculikan. “Untuk motif, nanti penyidik yang menentukan," kata Ferdi. Dia menduga ada unsur dendam di balik motif itu setelah mengetahui kondisi Kekey dari autopsi. Katanya, usus yang terburai, leher patah dan struktur tubuh rusak. "Artinya ini memang ada motif dengan sengaja, yaitu dendam. Ini lagi didalami dan sudah saya sampaikan kepada penyidik," ujarnya.  Kapolsek Kotabaru Kompol Dhadhag Anindito mengatakan belum mengetahui soal bukti baru dan saksi-saksi tambahan. “Mungkin bisa ditanyakan ke Polresta, karena empat saksi itu belum ada diperiksa di Polsek Kotabaru,” katanya. Sayangnya, Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Afrito M Macan dan Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi tidak merespons pertanyaan yang diajukan Metro Jambi. Namun, Dhadhag mengakui bahwa timnya pada Rabu (10/8) memang kembali ke sekitar lokasi penemuan mayat Kekey. "Barusan saya tadi cek TKP juga. Di TKP tadi hanya keliling saja di seputaran Kekey tewas. Belum ada perkembangan lebih lanjut. Kasus ini sedang kita upayakan secara maksimal,” katanya.

Penulis: IchsanEditor: Joni Rizal

TAGS:

comments