JAMBI - Ova Tri Prasetia, warga Telanaipura, Kota Jambi menjadi korban penipuan modus undian berhadiah yang mengatasnamakan dari Shoope. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian belasan juta rupiah. Kasus ini juga telah dilaporkan ke Polda Jambi pada Sabtu (3/9/2022). Jefri, kakak korban mengatakan, awalnya sang adik mendapatkan telepon dari seseorang yang mengatasnamakan pihak Shoope. "Adik saya disebutkan menang undian sebesar Rp 1,5 juta. Adik saya lalu diarahkan untuk men-scan barcode," kata Jefri di Mapolda Jambi, Minggu (4/9/2022). Ditambahkan Jefri, setelah ditelusuri barcode itu merupakan pembayaran terhadap pembelanjaan online. Setelah itu, pembayaran pembelanjaan online dibebankan ke Shoope Paylater adiknya. "Setelah itu adik saya diarahkan kembali untuk mengaktifkan Shoope pinjam. Setelah diaktifkan, itu dibilang dibutuhkan foto selfi dan scan KTP. Itu seperti syarat untuk pencarian undian. Padahal itu untuk pencarian S pinjam," ujarnya. Lebih lanjut Jefri mengatakan, setelah S pinjam dicairkan kurang lebih sebesar Rp 9,9 juta, adiknya kembali ditelepon dan diarahkan untuk mengembalikan pinjaman tersebut ke pihak Shoope sebagai syarat mengklaim hadiah. "Tapi ternyata setelah ditransfer pinjaman itu bukan masuk ke rekening Shoope tapi ke rekening penipu, itu nama bank-nya Bank Jago," sebut Jefri. Dikatakannya lagi, pihaknya sempat melakukan transfer sebanyak tiga kali. "Yang pertama kita transfer sebesar Rp 9,900 juta dan itu ditransfer ke Bank Jago dan di Shoope pinjam itu masih ada saldo yang tersisa dan adik saya kembali diarahkan untuk melakukan pinjaman kembali dan di transfer ke akun Briva milik tersangka dan yang ketiga kali pun seperti itu ke akun Briva milik tersangka," bebernya. "Dari situ adik saya mulai sadar telah menjadi korban penipuan dan menyatakan tidak peduli lagi dengan hadiah undian itu, yang penting tagiahan shoope itu nol," ujarnya menambahkan. Pihak penelepon, kata Jefri, menyatakan bahwa tidak melakukan penipuan. Setelah diancam sama adiknya bahwa adiknya memiliki rekanan pihak kepolisian. "Mereka langsung memutuskan hubungan transfer dan saat ini tidak dapat dihubungi kembali," tuturnya. Dijelaskannya, pada saat mereka melakukan penipuan terhadap dirinya, tersangka menyatakan bahwa tersangka ini bilang menipu bagaimana? Dan adiknya pun disebut tidak mengikuti prosedur, selain itu tersangka juga bilang uang telah dikirim dan adiknya pun disebut tidak ingin mengembalikan uang itu, serta adiknya pun akan dituntut kepihak kepolisian jika tidak mau mengembalikan. "Uang undian itu hanya Rp 1,5 juta. Dan kita mengalami kerugian sebesar lebih dari Rp 14 juta, hampir 15 juta lah. Karena itu tiga kali transfer beserta pajak dari Shopee pinjamnya itu," tandasnya.

Penulis: IchsanEditor: Ikbal Ferdiyal

TAGS:

comments